jump to navigation

KETIKA MAN-2 PADANG AMANAHKAN LINGKUNGAN RAIH ADIWIYATA NASIONAL Januari 26, 2013

Posted by wawasanislam in lingkungan.
trackback

Oleh Yulizal Yunus (Dipublikasi SAGA, majalah Minangkabau, Desember 2012)

MAN-2 Padang, ketikan mengamanahkan ajaran Islam tentang lingkungan, berhasil meraih Adiwiyata Nasional. Amanah memelihara lingkungan, jelas sekali dalam Islam. Al-Qur’an mengamanahkan “pemeliharaan lingkungan” hidup. Justru manusia berpotensi “yufsidu fi l-ardhi” (pengrusak lingkungan/ bumi) QS 2: . Allah SWT memberi ingat “…la tufsidu fi l-ardi” (jangan merusak lingkungan), tetapi mereka tetap saja punya dalih : innama nahnu mushlihun (kami hanya melakukan perbaikan saja, QS 2:11) padahal sudah merusak. Ternyata “zhahara l-fasada fi l-bahri wa l-barri bima kasabat aidi l-naas..” (telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi) supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar (QS 30:41). Staf Ahli Wako Padang Ir. Efi Yetnazmar, MS, mewakili Wako, dalam sambutannya pada Seminar Lingkungan Hidup dalam rangka Hari Habitat se Dunia di MAN-2 Padang (6 okt 2012), menekankan pentingnya menghayati dan mengamalkan amanat agama tentang pemeliharaan lingkungan dari kerusakan. Wali Kota Padang dukung MAN-2 Padang dalam memelihara lingkungan, bahkan siapa yang sempat bersalaman dengan Presiden SBY karena prestasi lingkungan, Wako memberi hadiah umrah, motivasi staf ahli lingkungan hidup itu.

MAN-2 Ingin di Garda Terdepan Melaksanakan Amanah Islam Soal Lingkungan
Fenomena MAN-2 Padang ini justru mengamalkan ajaran Islam menjadi kuat dan berprestasi. Karenanya beralasan hukama (para arif) dalam Islam menyebut umat Islam akan lumpuh bila mengabaikan aqidah dan syari’at Islam, kata Prof. Dr. Armen Mukhtar, Ketua Komite MAN-2 Padang ketika diminta komenarnya sekaitan dengan MAN-2 Padang berhasil meraih Adiwiyata Nasional.
Kafrizal menyebut prestasi nasional ini, berkat partisipasi semua majelis guru, siswa dan pegawai yang peduli keindahan sekolah berbasis lingkungan sebagai pelaksanaan amanah ajaran Islam. Melaksanakan amanah Islam justru kita mendapat pelajaran, kita dari lembaga Islam harus berada di garda terdepan membertikan contoh perbaikan lingkungan hidup dan terbebas dari kerusakannya akibat prilaku yang tidak terpuji.
Sumber guru menyebutkan, MAN-2 siap bersaing untuk mencapai prestasi green school ASEAN. Optimisme ini terbetik di MAN-2 Padang pada dua event (1) Seminar Lingkungan Hidup dalam rangka Hari Habitat se Dunia di MAN-2 Padang (6 okt 2012) dan event Sosialisasi adiwiyata ( di MAN-2, 14 Sept 2012) kepada puluhan madrasah binaan yang dibina MAN-2 Padang untuk berprestasi di antaranya peraih adiwiyata. Sosialisasi adiwiyata itu dihadiri nara sumber Bapedalda Sumbar Ir. Siti Aisyah, MSi dan Bapedalda Padang Titin Masfetrin. Siti dan Titin menilai MAN-2 Padang punya aura menarik, indah, bersih, hijau dan tertata sehingga asri, dinilai (self assessment) juga siswa dapat memanfaatkan barang bekas menciptakan lingkungan asri. Demikian pula Ka.Kankemenag Padang Yetrizal Khatib, memberikan semangat dan motivasi kuat, kondisi nyaman dengan penghijauan dan bebungaan MAN-2 dihargai hasil kerja keras semua guru, pegawai dan siswa. Hasilnya membawa kedamaian dan kenyamanan serta berdampak positif membawa siswa sejuk belajar dan guru serta karyawan sejuk bekerja dan kepala sejuk memimpin. Ini karunia Alllah yang besar, karenya untuk mensyukuri nikmat Allah ini tanamlah pohon dan bunga untuk membuat kesejukan dan keindahan serta hati yang damai, kata Yetrizal.
MAN-2 Padang meraih Adiwiyata Nasional satu di antara enam sekolah lainnya di Padang, penerima Adiwiyata Nasional. Enam sekolah itu MAN-2 Padang, SDN 10 Sungaisapiah, SDN 03 Alai, SDN 20 Indarung, SMP Semen Padang dan SMAN 6 Padang. Selain itu ada dua sekolah pula di Padang yang meraih Adiwiyata Mandiri yakni MTsN Model Gunung Pangilun Padang dan SDN 13 Batu Gadang, Inda¬rung, Padang.

18 Sekolah di Sumbar mearih Adiwiyata
Enam sekolah mendapat adiwiyata nasional dan dua sekolah adiwiyata mandiri di Padang tadi, termasuk dari 18 sekolah di Sumatera Barat yang menerima adiwiyata untuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang diserahkan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan dari sumber “Sumbarprov.go.id” menyebutkan, dari 18 sekolah itu, dua di antaranya merupakan penerima adiwiyata mandiri dan 16 sekolah penerima adiwiyata nasional.
Semula, 68 sekolah diusulkan 14 kabupaten dan kota. Setelah dilakukan verifikasi tim provinsi, terpilih 30 sekolah untuk dinilai oleh pemerintah pusat. Pada akhirnya dinyatakan 18 sekolah yang berhasil mendapat adiwiyata. Ke-18 sekolah itu: dua sekolah mendapat adiwiyata mandiri: (1) SD Negeri 12 Batu Gadang Padang dan (2) MTsN Model Gunung Pangilun Padang; 16 sekolah meraih adiwiyata nasional yakni: (3) SD Negeri 10 Sungai Sapiah, (4) SD Negeri 03 Alai Padang, (5) SD 20 Indarung Padang, (6) SMP Semen Padang, (7) SMA Negeri 6 Padang, (8) MAN 2 Padang, (9) MTsN Bukittinggi, (10) SD 06 ATTS Bukittinggi, (11) SD Negeri 01 Pauh Kurai Taji Kota Pariaman, (12) SD 13/IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman, (13) SD 17 Aro IV Korong Kota Solok, (14) SMPN 3 Koto Singkarak Kabupaten Solok, (15) SMAN 2 Lubuk Basung Kabupaten Agam, (16) SMAN 2 Payakumbuh, (17) MAN 2 Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dan (18) SD Negeri 05 Pauh Kabupaten Pasaman.

Adiwiyata sekolah indah, hijau, bersih dan asri
Adiwiyata yang di galakkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional ini merupakan penghargaan lingkungan untuk bagi kategori sekolah hijau dan bersih serta prestasi kreasi siswa dalam menggunakan limbah/ barang bekar menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan bersih dan hijau. Adiwiyata diberikan kepada sekolah (SD/MI sampai SMA/ MA) yang dinilai amat peduli serta berbudidaya lingkungan. Penilaiannya setidaknya pada empat kriteria: (1) kebijakan sekolah mencerminkan peduli serta berbudaya lingkungan, (2) kurikulum yang ditawarkan terkesan berbasis kuat pada budaya peduli lingkungan, (3) kegiatan yang digelar sekolah serta sarana prasarana pendukung sekolah memperlihatkan partisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga dilihat tingkat pengetahuan dan kepedulian siswa menganalisis isu lingkungan serta keterampilan mereka mengolah limbah menjadi barang berguna dan membuat lingkungan sekolah bersih. Pernilai langsung melihat kondisi objektif sekolah sekaligus memperhatikan bentuk kebersihan lingkungan sekolah yang indah, hijau dan asri, kecenderungan siswa termotivasi betah berada di lingkungan sekolah serta punya kemauan mengikuti pembelajaran di lingkungan yang nyaman dan sejuk. Penghargaan Adiwiyata ini diberikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke¬pala sekolah pemenang adiwi¬ya¬ta itu bersamaan penghargaan adipura kepada kabupaten/ kota yang meraih piala/ sertifikat Adipura. MAN-2 Padang Adiwiyata Nasional diterima langsung Kepala Kafrizal bersamaan dengan Kepala MTsN Model Gunung Pangilun Akhri Meinhardi serta Kepala sekolah lainnya yang mendapat Adiwiyata Nasional dan Mandiri itu.
Selain adiwiyata itu ada pula penghargaan terhaap prestasi dari pemeliharaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Prestasi itu ada pringkat terbaik tingkat kabupaten/ kota se-Indonesia dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup. Piala Adipura satu di antara penghargaan tertinggi untuk kabupaten/ kota dalam pengelolaan ling¬kungan hidup, pengelolaan sampah, termasuk bentuk pe¬ru¬bahan penduduk, lingkungan kegiatan sosial ekono¬mi dalam upaya memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan penduduk. Kepala Ba¬dan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bape¬dal¬da) Padang Edi Hasymi menyebut prestasi ini diberikan ditentukant dukungan masyarakat menyukseskan program Padang Go Green, yang program ini justru berupaya meningkat¬kan peran masyarakat dalam kebersihan dan keindahan lingkungan.

Prestasi Memperkuat Daya Tawar Keunggulan MAN-2 Padang
Prestasi demi prestasi diraih MAN 2 Padang. Tahun ini juga dua siswinya Kelas XI IPA, Ratu Desti Wulandari (putri Indra Jaya S.IP/ DPRD Muko-muko Bengkulu dan Emi Karwati) dan Mutia Khairunnisa (puter pertama Riswan dan Kasniyenti beralamat di Belimbing) terpilih sebagai duta Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dalam program American Field Service (AFS). Program ini bermaksud memperkenalkan budaya bangsa Indonesia khusus budaya Minang di Amerika. Tidak saja sekolah dan orang tua kedau siswi, tetapi juga Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H.Ismail Usman didampingi Kakankemenag Kota Padang Drs.H. Yetrizal Khatib, Kepala MAN 2 Padang Drs. Kafrizal dan sejumlah guru, bangga dan menerima kunjungan duta Minang ini dengan pesan: “don’t forget me, don’t forget almamater and don’t forget religius”, katanya dikutip sumber Humas Knwil tsb. Kedua siswi MAN-2 ini lolos bersaing dari 10 ribu orang se-Indonesia, lalu terpilih 80 Orang. Khusu dari Sumatera Barat terpilih 4 siswa, termasuk dua siswi MAN 2 Padang ini, sedang dua lainya 1 dari SMU I Padang dan 1 orang SMU 1 Padang Panjang.
Selain ke AS juga tamatan MAN-2 Padang lulus dua orang ke Mesir yakni Afriyanti dan Tazkiah Maksum Zen. Keduanya lolos bersaing dari lulus ujian seleksi awal 602 orang di Indoneisa. Mereka menambah jumlah alumni MAN-2 Padang yang sudah banyak di Mesir terutama kuliah Al-Azhar University, karenanya mereka sudah sering reuni, tahun ini diceritakan selepas lebaran 2012. Dari dua siswi yang lulus terakhir itu, Afriyanti lulus ke Mesir kuliah di Universitas Al Azhar. Anak berprestasi ini darikeluarga orang miskin, ayah Busahir (60 tahun) pekerjaan buruh tani sawah di Bungus sedangkan ibu Gadis (58 tahun) pekerjaan rumah tangga seskali membantu suami di sawah. Sedangkan Tazkiah Maksum Zen (Jalan Foker No.26 Tunggul Hitam Padang) beruntung dari keluarga menengah, meski ayahnya Zen Effendi (43) bekerja sebagai Guru TPA untuk mengurangi beban keluarga tiga anak di samping juga menjadi guru pengajian dan wiridan.
Dengan prestasi yang dicapai ini, MAN-2 pernah juara lomba asma’ulhusna meraih hadiah mobil, semua prestasi itu semakin memperkuat daya tawarnya. Di antaranya tentang kelulusan ujian nasional 100 %, dan tentang peminat masuk MAN-2 Padang, dari seluruh lulusan ujian seleksi masuk ternyata 90 % mendaftar, beda tahun lalu hanya 40 % mendaftar, sebut Kepala MAN-2 Padang Kafrizal. ***

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: