jump to navigation

PTK GPAI JADIKAN PROGRAM AKSI PERBAIKAN PEMBELAJARAN AGAMA Maret 12, 2012

Posted by wawasanislam in budaya.
trackback

Laporan: Yulizal Yunus

Delapan puluh (80) judul buku laporan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) guru pendidikan agama Islam (GPAI) yakni SD (40) dan SMK (40) se Sumbar sudah direview tim reviewer di Royal Denai Hotel Bukittingi, 9-11 Maret 2012. 80 hasil PTK yang diteliti dan disajikan 80 GPAI itu direview oleh para konsultan STAI Yastis dan STAI Pariangan dikoordinasikan dua koordinator konsultan Yulizal Yunus dan Armen Mukhtar. Dari 80 PTK itu dipilih 4 terbaik dipresentasikan di depan Kasubdit PAI SD Direktorat PAIS Kementerian Agama RI Drs. H.Syafrizal,M.Si.

Syafrizal bangga dan menyimak tekun paparan 4 laporan hasil PTK dari 80 PTK GPAI yang diworkshop sejak 3 Februari 2012 di Hotel Hayam Wuruk Padang. Ternyata Sumatera Barat tidak main-main menyelenggarakan workshop PTK 80 GPTK dan sudah melahirkan 80 buku laporan hasil PTK PAI. Seperti yang dilaporankan pengusung program dan pengarahnya Masrial didanai Subdit PAI SD, ketika guru-guru (agama dan umum) masih ribut soal PTK, Sumbar telah melahirkan 80 laporan hasil PTK. Ini bisa jadi contoh PTK GPAI di Indonesia. Karenanya kegiatan workshop dan PTK GPAI patut dilanjutkan, rekomendasi Masrial kepada Kasubdit PAI SD Direktorat PAIS Kemenag RI.

Dua dari 40 laporan hasil PTK yang pertama dipresentasikan di depan Kasubdit Syafrizal, adalah hasil PTK GPAI SD di Sumbar. Satu dari guru SD di Kota (Jefri/ SD di Payakumbuh ttg Iman kepada Malaikat – model pembelajaran TGT.) dan satu dari kampung (Mislina/ SD Buluah Kasok Sijunjung, ttg Imam pada rasul – Diskusi tekni kartu ajaib dan catatan pancing), ternyata hasilnya tak jauh beda. Syafrizal menilai bagus dan patut diberi reward. Dalam kesempatan itu Syafrizal bertanya, apakah model pembelajaran di kelas guru yang diteliti ini pernah dilaksanakan peneliti sendiri sebagai guru di SD setempat. Sebab kata Syafrizal PTK pada perinsipnya dilakukan guru PAI-nya sendiri, di lokal sendiri, untuk perbaikan tindakan kelas sendiri dalam kerangka proses perbaikan pembelajaran PAI di sekolah umum. Karena itu kata syafrizal, jadikan PTK sebagai action plan di lokalnya bagi perbaikan tindakan kelasnya ke depan. Pertanyaan kedua Syafrizal. apakah guru yang meneliti tindakan kelasnya, model pembelajarannya diyakini dapat merubah keadaan tindakan kelasnya ke depan?. Karena kata Syafrizal kita berkepentingan dengan model pembelajaran modern dan teknik penerapannya bagi perbaikan mutu pembelajaran PAI di sekolah umum ke depan.

Pada review dua dari 40 laporan hasil PTK GPAI SMK seSumbar (yakni Yuspardison SMK2 Painan PTK ttg “Dosa Besar – Active Debate Learning”, dan Ita ttg model kooperatif), Syafrizal juga memberi tanggapan menarik. Ia mengisyaratkan, PAI yang diajarkan dan diteliti tindakan kelasnya oleh guru bersangkutan, sumbernya sama-sama bekal tamatan Fakultas Tarbiyah (Pendidikan) IAIN. Namun dalam pembelajarannya di sekolah ada perbedaan di SD dan SMK. Di SD diarahkan pada pemantapan basis akidah dengan pemantapan dasar-dasar Islam. Di SMK mengarah pada pembentukan prilaku sejalan dengan perkembangan siswa di tingkat menengah dalam berbagai pengaruh global. Kalau hasil PTK guru SD hebat dan penguasaan PAInya bagus, tentu PTK di SMK lebih hebat lagi, kata Syafrizal berseloroh. Karena, siswa SMK sudah berkembang dan rentan terjebak dalam berbagai pengaruh prilaku negatif seperti, ada narkoba, pergaulan bebas. Karenanya teknik penerapan model pembelajaran modern yang digunakan guru PAI diharapkan lebih baik lagi.

Syafrizal memberikan kritik, dari 4 laporan hasil PTK GPAI yang dipresentasi khusus, masih terkesan pembelajaran dan tindakan kelas dominan kognitif. Ranah afektif dan psikomotorik (dalam dimensi prilaku siswa) dirasakan kurang. Kuatir kita, kata Syafrizal siswa di tingkat pendidikan menengah yang sering mengemuka itu adalah prilaku. Harapan 76 dari 80 laporan hasil PTK GPAI ini, mudah-mudan, lebih banyak mengenai prilaku. Sebab sering terjadi kelemahan dalam pembelajaran PAI, kesannya soal sorga neraka, reward – sanksi dsb. Paradigma sorga neraka, dunia dan kubur ini dalam pembelajaran PAI paradigman seperti ini sudah harus dirubah, sehingga PAI itu menjadi kebutuhan (siswa dan umat). Karenanya permasalahan keseharian sekolah dan tindakan kelas guru, terus dikawal gurunya didampingi perguruan tinggi yang tetap memberikan konsultansi secara langsung, di samping via telepon, e-mail, blogg dsb.

Dari PTK 80 GPAI menyertai workshop yang dimulai sejak 3 Februari 2012 itu, dapat dijadikan aktion alternatif menyelesaikan masalah keharian di sekolah, model pembelajarn baru yang ditampilkan guru yakin mampu merubah mutu PAi dan perubahan tindakan kelas. Tekad itu diikuti dengan pembentukan konsorsium guru PTK PAI, blogg, fb, email. Kalau Masrial menyebut 80 guru PTK PAI ini hebat, saya melihat justru Masrial yang mengusung program ini yang hebat, di atas dari itu justru Kasubdit PAI SD yang mendanai ini pun lebih hebat lagi. Harapan guru dan pengasuh PAI khususnya program PTK ini berlanjut bagi guru PAI berikutnya.***

About these ads

Komentar»

1. Mislina Kurniawati - Maret 29, 2012

Assalamualaykumwarrahmatullah…bapak..,apa kabar?..oya pak..ini Mislina Kurniawati( Lina ),peserta workshop PtK GPAI kmren…,setelah berapa lama waktunya,akhirnya na memutuskan membeli modem,selama ini na search by phone aja, namun…terkendalanya karena kapasitas..Hp kcil..dlm mndptkan infrmasi,, stelah td na beli modem langsung na cri blog bapak, akhrnya ketemu…

Makasih bapak atas ilmunya…,kedepan na selalu mengharapkan arahan dari bapak..mengenai…tulisan…
oya bapak,…terimakasih telah memberi kepercayaan kepada na untuk tampil mempresentasikan PTK kmeren…trus trang na gugup pak tapi…,ya Bismillah…,dan dengan rahmannya Allah na sanggup melalui fase..itu pak,….masih na ingat betapa dinginnya seluruh tubuh na, …pemikiran na…,perkataan na dalam hati waktu itu…,” ya Allah…apa yang akan na katakan..?”…seluruh mata tertuju pada na,…,mmmm…,tapi na ingat perkataan bapak….” kalau kita sudah dikasih kepercayaan jangan sia-siakan”…dan presentasipun berakhir, masuk pada sesi tanya jawab…,dan ina menguraikan apa adanya…,..sesuai yang bapak katakan….kunci dari menulis adalah…” jujur “…na katakan apa adanya, apa yang ada dalam pemikiran na, apa visi dan misi na, bagaimana sudut pandang na…,dan al hasil…ruangan bergemuruh dengan tepuk tangan pak…,na sangat haru sekali…,ditambah na masih ingat senyum dari bapak…dan dua jempol yang bapak angkat…untuk kita yang presentasi…,berdialog dengan bapak kasubdit,dapat arahan dari Prof.,dan para konsultan…berinteraksi dengan….guru PAI..se sumbar…,menukar pengalaman, berbagi ilmu…,…ditempatkan di hotel yang…indah….,sungguh…luar biasa pak….,happy ending…( harga indah dari sebuah perjuangan )…serasa….ruangan presentasi itupun ikut tersenyum pada na…,langit yang berbintang…semakin gemilang, dinginnya tubuh na diawal tadi..menjadi hangat…,berangsur menyeruak turun dipelupuk mata na..berupa butiran haru….”…Puji bagiMu ya Allah, terimakasih do’anya,ayah,ibu,suamiku,sahabat,dan bantuan semua pihak….juga terutamanya…kepada Kemenag,dan panitia,bapak dan para konsultan..”…..” TERIMAKASIH…”

wawasanislam - Maret 31, 2012

Lina selamat menelusuri dunia maya dengan modem baru. Apresiasi Lina tentang penyelenggaraan acara dan prestasi yang lina raih, bagai sebuah puisi dramatik. Kalau Lina edit ungkapan perasaan lina ini disusun dalam larik-larik tertentu, akan menjadi puisi yang indah. Edit ya. Semua yang lina raih itu karena ketulusan dan kejujuran. Pertahankan budaya itu lina…semoga lina menjadi peneliti dan penulis yang kreatif….yy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: