KEPADA GENERASI INI KUKATAKAN: MENULISLAH…! Februari 29, 2012
Posted by wawasanislam in budaya.add a comment
Oleh: Yulizal Yunus
Kepada generasi ini, kukatakan menulislah. Berlatih dan berlatih. Mereka 80 Guru Pendidikan Agama Islam SD dan SMK se Sumatera Barat yang saya daulat sebagi guru peneliti. Diinapkan di Hayam Wuruk Hotel yang cantik menhadap ke taplau Padang, dan mereka dihadiahi kesempatan dari 3 Februari – 11 Maret 2012. Diworkshop untuk menjadi terampil dalam Penelitian Tindakan Kelas sekaligus peningkatan kompetensi dan wawasan pendidik dan tenaga kependidikan. Dilaksanakan STAI YASTIS Padang dan STAI Yayasan al-Hikmah Pariangan Batusangkar. Mewah juga. Direktur Diktis Kemenag itu berdecak, hebat tuh! Sumbar. Masrial, Nasrul dan Syafruddin pemegang kendali pengarah dan pelaksana, bangga.
Kukatakan itu, merespon keluhan mereka, “spirit menulis tak menyala”. “Gimana cara menumbuhkan kemauan dan kemampuan menulis”. “Banyk takut, menulis itu sulit”. Ku bujuk mereka, “menulis itu tidak sulit”. “Mudah”. “Asal jujur”. “Jujur dengan perasaan dan jujur dengan pikiran sendiri”. (lagi…)
DKSB HULU DAN HILIR KREATIVITAS SENIMAN Februari 29, 2012
Posted by wawasanislam in budaya.add a comment
Oleh: Yulizal Yunus
Ilhami El-Yunusiy
(Publikasi Skh. Padang Ekspres, Minggu, 27 Januari 2008 dan www.Malayculture.wordpress.com 17 November 2009)
Seniman dalam life cycle-nya pastilah berusaha seni, berkreasi seni dan berkarya seni. Ibarat modal lahan, tempat berusaha, berkreasi dan berkarya (berproduksi) seni bagi seniman justru DKSB satu di antara modal untuk berladang yang subur. Sebagai ladang yakni hulu produktivitas karya seni seniman sekaligus DKSB juga hilir yakni tempat pemasaran karya seni itu.
DKSB salah satu lembaga mengembangkan kesenian dalam mekanisme informal di Provinsi Sumbar di samping mekanisme formal yang dijalankan Dinas Parsenibud dengan UPTD Taman Budaya amat signifikan sebagai hulu-hilir karya seni. (lagi…)
BABAK BARU KELEMBAGAAN KESENIAN, PEMPROV SUMBAR HARUS MENYADARI FUNGSI DKSB Februari 29, 2012
Posted by wawasanislam in budaya.add a comment
OLEH: YULIZAL YUNUS
Akademisi dan Budayawan
(Publikasi Sku. Haluan, Selasa, 28 Februari 2012)
Seniman Sumatera Barat bersuara bulat, mengurus kesenian mesti memiliki kelembagaan yang kuat. Kelembagaan yang sudah mengakar DKSB (Dewan Kesenian Sumatera Barat) harus kuat, konsolidatif, berwibawa dan punya kharisma merangkul semua stakeholder pembangunan kesenian dan kebudayaan umumnya. Kebulatan itu diambil dalam forum “Baiyo-Batido Seniman Sumatera Barat” yang diprakarsai penyair Rusli Marzuki Saria, di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat (TBSB), 26 Februari 2012. event seniman Sumbar ini persis menggunakan momentum event hari ulang tahun penyair besar RMS (lagi…)
BERBAHASA JERNIH REFLEKSI BAHASA AL-QURAN Februari 22, 2012
Posted by wawasanislam in islam.add a comment
/ Yulizal Yunus
Bahasa yang jernih bukan hanya sekedar berbunga kata, tapi sarat makna dan penuh kearifan. Salah satu dampak/ buah buruk reformasi di tanah air yang diwarnai political euphoria di antaranya kata kehilangan makna, bahasa kehilangan kearifan, muncul dalam kritik berapi-api. Teriak kerasnya mengatasnamakan orang banyak (rakyat) tapi hak yang diatasnamakannya itu dilibas juga, Fenomena ini pada gilirannya memicu disintegrasi sosial (nilai lama yang mapan ditinggalkan, serta merta menganut nilai baru yang belum dimengerti sepenuhnya). Sepertinya sukar berbahasa halus dan indah. (lagi…)
KEARAH BERDIRINYA MEMORIAL UNIVERSITY UIIMN Februari 22, 2012
Posted by wawasanislam in budaya.add a comment
Oleh Yulizal Yunus
Dr. Mochtar Naim, sesepuh Minang menggagas kearah berdirinya Universitas Islam Internasional Mohammad Natsir (UIIMN). Saya bersama Saifullah, Firdaus, Aditywarman dkk. dibawa. Saya gembira. Pak Mochtar menyebut Universitas itu merupakan sebuah “memorial univerity” , didirikan dalam upaya mengenang jasa-jasa pahlawan nasional Mohammad Natsir (1908-1993) di pentas politik, agama dan pendidikan, baik pada taraf nasional maupun internasional. (lagi…)
Identitas Minang Kota Februari 20, 2012
Posted by wawasanislam in adat minangkabau.add a comment
// Yulizal Yunus
Era ini, gampang benar orang terpropokasi protes. Demonstrasi dan aksi mogok. Tidak saja portes terhadap sistem perwakilan di DPR, pindah terminal bus (dari Pasar Raya Padang bekas kuburan Belanda itu ke Terminal Bingkuang di Ayia Paca) pun ribut lagi. Mestinya secara rasional perubahan baru memberikan kesegaran. Tapi malah menimbulkan kegoncangan bahkan jadi konflik. Apa sebenarnya yang terjadi? (lagi…)